Bandung, Sebuah Kota
Sejarah telah mencatat banyak hal mengenai kota yang satu ini, bahkan dimulai semenjak zaman Belanda dulu. Yup, Kota Bandung. Kota yang pernah menyandang berbagai gelar, sebut saja Parijs Van Java atau bisa disebut sebagai Paris yang ada di Jawa karena pada zaman Belanda dulu, Bandung adalah pusat mode yang cukup terkenal. Seiring waktu, gelarpun disematkan silih berganti, seperti Kota Kembang, Kota Berhiber (Bersih, Hijau, dan Berbunga), Kota Agamis, Kota Cyber, dan beberapa lainnya.
Terlepas dari itu semua, Bandung memiliki sejarah panjang atas penciptaan dirinya. Semua itu berawal dari pembangunan jalan sepanjang 1000 Km yang membentang dari Anyer hingga Panarukan atas perintah Gubernur Jenderal Willem Daendles (1808-1811) yang dimaksudkan untuk mempermudah hubungan antar daerah. Atas perintah Daendles inilah pada 25 Mei 1810, Ibukota Kabupaten Bandung yang semula berada di Krapyak dipindahkan mendekati jalan tersebut yang juga dikenal dengan nama Jalan Raya Pos.
Titik 0 Km
Ketika pemindahan Ibukota Kabupaten tersebut tengah dilakukan, Daendles mengamati pekerjaan jalan di sekitar sungai Cikapundung, lalu menancapkan tongkat sambil berkata "Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd" yang artinya "usahakan, bila aku datang kembali ke sini, sebuah kota telah dibangun". Pada bekas tongkat itulah dibuat patok untuk mengabadikan perintah Daendles tersebut yang kemudian diberi nama titik 0 Km.
Seiring dengan perkembangan zaman, patok tersebut diganti dengan ukuran yang lebih besar dan diberi tulisan BDG 0 di bagian tengah, serta CLN 18 dan PDL 18 di sisi kiri dan kanan yang berarti bahwa titik tersebut berjarak 18 Km dari Cileunyi dan 18 Km dari Padalarang yang menjadi batas timur dan barat Kota Bandung. Baru pada tahun 2004 tugu tersebut disempurnakan menjadi seperti sekarang (seperti terlihat di gambar).
Danau Bandung Purba
Selain dari sejarah penciptaan sebuah kota, ternyata Bandung juga menyimpan sejarah dari semenjak zaman purba. Bandung pada jutaan hingga 10.000 tahun lalu dipercaya sebagai sebuah danau purba yang sangat luas yang dikenal dengan nama Situ Hyang. Salah satu sisa dan bukti sejarah Situ Hyang yang paling monumental di Kota Bandung adalah Situ Akhsan yang menjadi objek wisata terkenal pada tahun 1960an. Tetapi sayang, keberadaan situ/danau tersebut telah berganti menjadi perumahan dan pembangunan lainnya yang membuatnya tinggal sejarah.
Itulah sekelumit cerita tentang Bandung yang saat ini tengah merangkak dan berubah menjadi sebuah kota besar yang maju, tetapi patut disayangkan, Bandung juga mulai melupakan sejarahnya dan menghilangkan identitas yang sudah sejak lama disandangnya.
No comments:
Post a Comment